Sekolah Khusus (SKH) Negeri 1 Pangkalan Bun kembali mencatatkan prestasi penting dalam upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Pada tahun anggaran 2026, SKH Negeri 1 Pangkalan Bun berkesempatan mengajukan bantuan revitalisasi sekolah yang merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Proses seleksi bantuan ini dilakukan melalui tahap verifikasi online dan offline. Setelah sukses menghadiri sesi verifikasi offline via Zoom beberapa hari lalu, pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, sekolah mendapatkan kesempatan untuk diverifikasi secara langsung (offline) oleh tim verifikator dari Direktorat Pendidikan Khusus, Layanan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKLK) Kemendikdasmen.
Verifikator dari pusat ini turut didampingi tim dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk menilai kesiapan sekolah dalam menerima dan menjalankan bantuan revitalisasi. Kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan aspek administratif, kondisi fisik bangunan, serta kebutuhan prioritas sekolah dalam rangka meningkatkan mutu dan kenyamanan proses belajar mengajar.
Tentang Program Revitalisasi Sekolah 2026
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 merupakan kelanjutan dari program nasional yang bertujuan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah di seluruh Indonesia yang masih dalam kondisi rusak, kurang layak, atau membutuhkan intervensi peningkatan mutu. Tahun ini, program revitalisasi diarahkan secara strategis untuk mendukung pemerataan fasilitas pendidikan dan kualitas pembelajaran.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp14 triliun untuk pelaksanaan revitalisasi satuan pendidikan pada 2026, dengan fokus utama pada sekolah yang mengalami kerusakan berat, berada di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta sekolah terdampak bencana alam. Proses verifikasi dan validasi sekolah calon penerima bantuan saat ini sedang berjalan di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, pemerintah menargetkan revitalisasi hingga lebih dari 71.000 satuan pendidikan pada tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan secara nasional—angka ini meningkat signifikan dibandingkan target awal atau program pada tahun sebelumnya.
Manfaat dan Dampak Revitalisasi
Revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan atau perbaikan fisik gedung, tetapi juga memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa dan tenaga pendidik. Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.
Bagi SKH Negeri 1 Pangkalan Bun, kesempatan mengikuti verifikasi merupakan langkah awal yang sangat penting. Bila dinyatakan lolos dan mendapatkan bantuan, sekolah akan segera memulai proses pembangunan sesuai rencana revitalisasi yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata sekolah.
Penulis : Admin