PANGKALAN BUN – SKH Negeri 1 Pangkalan Bun kembali menunjukkan dedikasinya dalam mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang inklusif. Pada Kamis, 5 Februari 2026, dua orang tenaga pendidik terbaik sekolah memenuhi undangan dari Pengadilan Negeri Pangkalan Bun sebagai narasumber dalam kegiatan "Sosialisasi dan Diklat di Tempat Kerja (DDTK) Pelayanan Disabilitas dan Bahasa Isyarat".

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pengadilan Negeri Pangkalan Bun ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pegawai pengadilan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas yang memerlukan akses keadilan.

Sinergi untuk Aksesibilitas

Dalam kesempatan berharga ini, SKH Negeri 1 Pangkalan Bun mengutus dua guru yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Ibu Vina (Selvina M.A., M.Pd) dan Ibu Vera (Rotua Novera S., S.Pd). Keduanya memaparkan materi krusial mengenai etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas serta memberikan pelatihan dasar bahasa isyarat untuk mendukung komunikasi di lingkungan peradilan.

Kehadiran Ibu Vina dan Ibu Vera disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan staf Pengadilan Negeri Pangkalan Bun. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga praktis—simulasi langsung bagaimana menyambut dan berkomunikasi dengan pemohon layanan yang memiliki hambatan pendengaran (tunarungu).

Pentingnya Bahasa Isyarat di Layanan Publik

"Komunikasi adalah kunci utama dalam pelayanan publik. Dengan memahami bahasa isyarat dasar dan cara memperlakukan rekan-rekan disabilitas dengan tepat, kita sedang membangun jembatan aksesibilitas yang selama ini mungkin masih terasa sulit bagi mereka," ujar perwakilan dari tim narasumber.

Pihak Pengadilan Negeri Pangkalan Bun menyatakan bahwa kerja sama ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, mendapatkan hak yang sama dan pelayanan yang setara di mata hukum.

Komitmen SKH Negeri 1 Pangkalan Bun

Kepala SKH Negeri 1 Pangkalan Bun menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh instansi pemerintah daerah. Hal ini membuktikan bahwa kompetensi guru-guru SKH Negeri 1 Pangkalan Bun tidak hanya bermanfaat di dalam kelas, tetapi juga menjadi rujukan bagi instansi lain dalam hal inklusivitas.

Semoga langkah ini menjadi awal dari semakin banyaknya instansi di Pangkalan Bun yang sadar akan pentingnya keramahan disabilitas.


Penulis: Admin Website SKH Negeri 1 Pangkalan Bun

Dokumentasi: Tim Dokumentasi Kegiatan